Beranda » » » Laporan Pemeriksaan Bakteriologis Air Translate ►

Laporan Pemeriksaan Bakteriologis Air

Bagikan kepada teman!
I. TUJUAN
Untuk mengetahui keadaan higienitas air apakah memenuhi persyaratan kesehatan atau tidak.

II. METODE
Metode yang digunakan pada pemeriksaan bakteriologi air ini adalah pemeriksaan MPN (Most Probable Number) atau Jumlah Perkiraan Terdekat yang terdiri dari dua ragam pemeriksaan, yaitu ragam 1 (MPN 511) dan ragam 2 (MPN 555), yang masing-masing dilakukan dengan dua tes pemeriksaan yaitu tes perkiraan (Presumtive Test) dan tes penegasan (Confirmative Test).
Catatan : Pada praktikum ini, hanya menggunakan metode MPN 511 (Ragam 1).

III. PRINSIP
Menurut hasil penelitian, sebagian air tanah telah tercemar bakteri coliform, E. Coli dan mikroorganisme lainnya. Mikroorganisme tersebut merupakan kelompok besar dari beberapa bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Bakteri Coliform dan E.Coli adalah bakteri yang berkaitan dengan limbah manusia dan hewan. Adanya bakteri coliform dalam air minum merupakan indikasi yang kuat bahwa air tersebut telah terkontaminasi oleh limbah manusia atau kotoran hewan sehingga air tersebut tidak higienis lagi peruntukkannya sebagai air minum.
IV. DASAR TEORI
Air minum seharusnya bebas dari kehidupan mikroorganisme. Kalau dalam air ditemukan adanya mikroorganisme pathogen, akan membahayakan kesehatan. Indikator adanya pencemaran dalam air ialah adanya bakteri coliform atau fecal coli. Adanya bakteri coliform dalam air ditandai dengan adanya gas (udara) dalam tabung durham karena bakteri ini mampu memfermentasi lactose.
Untuk mendapatkan spesimen yang paling sesuai dengan keadaan spesimen yang seharusnya, maka sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium, pengambilan spesimen air harus dilakukan secara steril guna memastikan tidak terdapatnnya organisme yang mengontaminasi dan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang valid, sampel harus segera diperiksa atau disimpan dalam suhu dingin atau lemari es paling lama 2 x 24 jam.

V. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Tabung reaksi beserta raknya
2. Incubator
3. Botol steril
4. Lampu bunsen
5. Ose
6. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml.
Bahan :
1. Sampel air (PDAM dan Tower)
2. Lactose Broth (LB)
3. Brilliant green lactose bile broth (BGLB)

VI. CARA KERJA
Pada praktikum ini, pemeriksaan yang digunakan, yaitu : ragam 1 yang digunakan untuk sampel air yang sudah diolah menggunakan metode MPN 511, yaitu 5x10 ml ; 1x1 ml ; 1x0,1 ml.
A. Cara Pengambilan Sampel Air
1. Kran dibersihkan dari setiap benda yang menempel yang mengganggu dengan kain bersih dan ujung kran dibersihkan dari setiap debu atau kotoran.
2. Kran dibuka sehingga air mengalir secara maksimal dan air dibiarkan mengalir selama 1-2 menit. Lalu kran ditutup kembali.
3. Mulut kran disterilkan dengan cara dibakar dengan api bunsen ± selama 1 menit.
4. Tali pengikat dan pembungkus botol dibuka.
5. Tutup botol dibuka dengan tangan kiri dan botol dipegang dengan tangan kanan. Untuk mencegah masuknya debu yang mengandung mikroorganisme, penutup dipegang dengan muka menghadap ke bawah.
6. Sambil penutup dipegang, air kran ditampung hingga ¾ bagian botol (udara ditasnya disisakan) dengan maksud agar air dapat dikocok sebelum dianalisa.
7. Botol ditutup dengan hati-hati setelah mulut botol disterilkan dengan api bunsen.
8. Kemudian bagian tutupnya dibungkus dengan kertas steril tadi.
9. Sekeliling leher botol diikat dengan tali, kemuadian pada bagian botol diberi label yang berisi : tempat, tanggal, jam pengambilan dan petugas pengambil.
10.Selanjutnya, spesimen dibawa ke laboratorium untuk segera diperiksa.
B. Ragam 1
a. Tes Perkiraan (Presumtive Test)
1. Disiapkan liam buah tabung yang masing-masing berisi 10 ml lactose broth double strength (tabung 1a s/d 5a). Disiapkan pula 2 buah tabung yang masing-masing berisi 10 ml lactose broth single strength (tabung 1b dan 2b).
2. Sampel air diinokulasikan dengan pipet steril masing-masing 10 ml ke dalam tabung 1a s/d 5a. Ke dalam tabung 1b, diinokulasikan 1 ml sampel air. Dan ke dalam tabung 2b, diinokulasikan 0,1 ml sampel air.
3. Tabung-tabung tersebut digoyang secara perlahan agar sampel air tersebar merata ke seluruh bagian media.
4. Tabung-tabung tersebut diinkubasi pada suhu 37oC selama 24-48 jam.
5. Setelah diinkubasi selama 24 jam, masing-masing tabung diamati ada tidaknya gas pada tabung durham. Apabila ada gas berarti presumtive positif. Namun, apabila tidak ada gas maka inkubasi dilanjutkan 24 jam lagi. Apabila setelah 2x24 jam tidak ada gas berarti presumtive negative. Dan apabila ada gas maka dilanjutkan dengan tes penegasan.

b. Tes Penegasan (Confirmative Test)
1. Dari setiap tabung yang presumtive positif diambil 1-2 ose lalu dimasukkan dalam tabung yang berisi 10 ml BGLB.
2. Satu seri BGLG diinkubasi pada suhu 37oC untuk pemeriksaan coliform dan satu seri lagi diinkubasikan pada suhu 44oC untuk pemeriksaan E.Coli selama 24 jam.
3. Pembacaan dilakukan setelah 24 jam dengan melihat jumlah tabung BGLB yang menunjukkan adanya confirmative positif.

VII. DATA HASIL PRAKTIKUM
A. Hasil Pengamatan Test Presumtive
No. Sampel 1a 2a 3a 4a 5a 1b 2b
1 Air PDAM - - - - - - -
2 Air Tower + + + + + - -

B. Hasil Pengamatan Confirmative Test
1. Coliform
No. Sampel 1a 2a 3a 4a 5a
1 Air Tower + + + + +
Angka yang menunjukkan confirmative positif, ialah : 5-0-0. Setelah dicocokkan dengan tabel MPN diperoleh indeks MPN/100 ml sebesar 38.
2. E. Coli
No. Sampel 1a 2a 3a 4a 5a
1 Air Tower - - - + -
Angka yang menunjukkan confirmative positif, ialah : 1-0-0. Setelah dicocokkan dengan tabel MPN diperoleh indeks MPN/100 ml sebesar 2,2.

VIII. PEMBAHASAN
Adanya bakteri coliform dan E.Coli pada sumber air, mengindikasikan kalau air tersebut kurang higienis peruntukkannya sebagai air minum. Karena, bakteri ini biasanya berasal dari kotoran hewan atau manusia. Coliform merupakan kelompok bakteri gram negatif yang berbentuk batang, hidup aerob atau anaerob fakultatif dan dapat memfermentasi lactose dengan menghasilkan gas. Eschericia coli merupakan salah satu kelompok bakteri yang berasal dari kotoran manusia sehingga disebut pula fecal coli atau coli tinja. Coliform dan E.Coli merupakan mikroorganisme indikator pencemaran air karena terdapat peluang bagi berbagai macam mikroorganisme pathogen lainnya yang secara berkala terdapat pada saluran pencernaan masuk ke air tersebut. Coliform dan E.coli merupakan flora normal pada saluran pencernaan manusia.
Untuk mengetahui jumlah coliform di dalam sampel air dapat di uji dengan metode MPN (Most Probable Number) atau Jumlah Perkiraan Terdekat. Metode ini sangatlah efektif karena sangat sensitif dan dapat mendeteksi coliform dalam jumlah yang sangat rendah.
Berdasarkan data hasil praktikum, setelah diinkubasi pada suhu 37oC selama 2 x 24 jam maka hanya sampel air tower yang menunjukkan presumtive positif (dari tabung 1a s/d 5a), yang ditandai dengan adanya gas pada tabung durham, terjadinya perubahan warna dari kuning bening menjadi keruh dan adanya bau. Sedangkan, tabung 1b dan 2b menunjukkan presumtive negatif. Dan sampel air PDAM menunjukkan presumtive negatif karena tidak adanya gas pada tabung durham. Sehingga hanya sampel air tower (tabung 1a s/d 5a) yang dilanjutkan ke tes penegasan.
Pada tes penegasan, pada sampel air tower yang diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam untuk indentifikasi adanya coliform maka semua tabung menunjukkan confirmative positif. Sehingga angka yang diperoleh untuk menunjukkan confirmative positif adalah : 5-0-0 dan index MPN yang diperoleh yaitu 38/100 ml. Dan untuk sampel air tower yang diinkubasi pada suhu 44oC selama 24 jam maka hanya satu tabung (tabung 4a) yang menunjukkan confirmative positif. Sehingga angka yang diperoleh untuk menunjukkan confirmative positif adalah : 1-0-0 dan index MPN yang dipeoleh yaitu 2,2/100 ml. Sehingga sampel air tersebut masih layak untuk dikonsumsi.

XI. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada pemeriksaan bakteriologi air, untuk mengetahui jumlah bakteri coliform dan E.Coli dapat dilakukan dengan metode MPN (Most Probable Number) atau Jumlah Perkiraan Terdekat.
2. Pada tes perkiraan atau Presumtive Test, hanya sampel air tower yang menunjukkan presumtive positif (tabung 1a s/d 5a), yang ditandai dengan adanya gas pada tabung durham, terjadinya perubahan warna dari kuning bening menjadi keruh dan adanya bau. Sedangkan sampel air tower tabung 1b dan 2b serta semua tabung dari sampel air PDAM menunjukkan presumtive negatif.
3. Pada tes penegasan, pada sampel air tower yang diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam untuk indentifikasi adanya coliform maka semua tabung menunjukkan confirmative positif. Sehingga angka yang diperoleh untuk menunjukkan confirmative positif adalah : 5-0-0 dan index MPN yang diperoleh yaitu 38/100 ml. Dan untuk sampel air tower yang diinkubasi pada suhu 44oC selama 24 jam maka hanya satu tabung (tabung 4a) yang menunjukkan confirmative positif. Sehingga angka yang diperoleh untuk menunjukkan confirmative positif adalah : 1-0-0 dan index MPN yang dipeoleh yaitu 2,2/100 ml. Sehingga sampel air tersebut masih layak untuk dikonsumsi.

DAFTAR PUSTAKA
www.dafi07.blogspot.com/2009/03/bakteri-coliform.html. Diakses tanggal 9 September 2010.
www.airmurniro.wordpress.com/2010/02/25/e-coli-dalam-air-minum/. Diakses tanggal 9 September 2010.


Description: Laporan Pemeriksaan Bakteriologis Air Rating: 5.0 Reviewer: Iim Nurhidayat ItemReviewed: Laporan Pemeriksaan Bakteriologis Air

Subscribe in a reader

Atau Berlangganan gratis Via Email Di bawah ini

ARTIKEL TERKAIT:

Posted by: Iim Nurhidayat
ReferensiKu Updated at: 10.57

Poskan Komentar

 

Followers

Site Info

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Ping your blog, website, or RSS feed for Free Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu ReferensiKu

Komentar Terbaru

Guest Book / Buku Tamu×